Anak yang tersakiti
Anak yang tersakiti dalam sunyi malam, Hati yang hampa, pilu dalam damai; Di matahari terbenam yang kelam, Terperangkap dalam gelap yang tiada samai.
Mereka yang bermain, tertawa bersama, Namun ia di luar, terpinggir sendiri; Tak pernah dianggap, lupa oleh semua, Hanya bayangan di dunia yang sunyi.
Dalam hatinya, ada luka yang mendalam, Kerinduan untuk diterima dan dicinta; Ia berharap, suatu saat ada yang sudi, Mengangkatnya, memeluk dalam cinta.
Anak yang tersakiti, perlahan merangkak, Membentuk kekuatan dari dalam diri; Meski diabaikan, ia tak akan takluk, Hidupnya berharga, takdir yang berkilau.
Terangilah bintang di malam kelam ini, Anak yang tersakiti, kau tak sendiri; Dalam puisi ini, kau takkan terlupa, Dalam kata-kata, kau tetap di sini.